Setiap daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah atau merupakan suatu kejadian dimasa lampau dan akhirnya dijadikan nama suatu wilayah. Sejarah sering kali tertuang dalam dongeng – dongeng yang di wariskan secara turun temurun dari mulut ke mulut sehingga sulit untuk di buktikan secara fakta, Dan  tidak jarang  dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang anggap keramat. Kali ini saya akan mengulas sejarah nama-nama dukuh di desa Sugiharjo. Sumber sejarah sendiri saya dapatkan dari berbagai sumber.

Asal Usul Dusun Mawot

Dari keterangan Bapak Ahmad (Mantan KADES Desa Sugiharjo) penulis dapat menyimpulkan, bahwasanya pada zaman dahulu ada sungai-sungai yang membelah wilayah ini, sehingga masyarakat yang ingin menghubungkan wilayah satu dengan wilayah lainnya harus membuat jembatan-jembatan. Zaman dahulu jembatan dari beton (cor) belum ada, sehingga penduduk yang ada di wilayah ini memanfaatkan pohon asem jawa untuk dijadikan sebagai jembatan (wot). Akhirnya dengan keadaan yang demikian, tempat itu oleh penduduk setempat disebut dengan istilah SEMAWOT yang notabene adalah singkatan dari asem dan wot, karena nama tersebut dirasa kurang sesuai kemudian dirubah menjadi MAWOT.

Asal Usul Dukuh Grudo

Menurut cerita penduduk dukuh Grudo, Grudo berasal dari kata garudo (burung garuda), penduduk menyakini bahwa dahulu kala didaerah ini banyak dihinggapi burung garuda, hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya batu gilang (batu yang mempunyai cekungan ditengahnya). Batu yang sekarang menjadi salah satu koleksi museum kambang putih ini, dipercaya warga sekitar dahulunya sebagai tempat minum burung garuda. Warga setempat beranggapan bahwa batu tersebut adalah batu keramat, oleh sebab itu batu yang telah diambil oleh Pemda Tuban untuk Koleksi Museum dibuatlah duplikat batu yang sama dan ditempatkan persis ditempat batu semula berada.

Asal Usul Dukuh Kaligede (Kali Wurung)

Menurut cerita penduduk dukuh Kaligede, Kaligede berasal dari kata Kali dan Gede (Sungai Besar), penduduk menyakini bahwa dahulu kala didaerah ini akan dibuatlah sebuah bengawan oleh seorang wali yang sangat sakti mandraguna, wali tersebut menarik tongkatnya dari dusun winong (sekarang RT. 02 / RW. 09 Desa Sugiharjo) sampai dengan dusun kaligede (sekarang RT. O2 / RW. 01 Desa Sugiharjo) sesampainya di dusun kaligede ini wali berpapasan dengan seorang yang tua renta memukul tampah (anyaman dari bambu) seketika itu pula bengawan yang sedianya sudah jadi akhirnya batal dan tidak jadi bengawan dan akhirnya penduduk sekitar menyebut kejadian tersebut dengan sebutan bengawan wurung (bengawan yang tidak jadi), hal ini dapat dibuktikan dengan melihat daerah yang telah disebutkan diatas bahwa tempat tersebut sekarang menyerupai sungai besar. Warga setempat akhirnya menyebut daerah tempat digedokkan tampah tersebut dengan sebutan kaligede.

Kategori: DesaTuban

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *