Anda berada di Kota Bandung? Sempatkanlah jalan-jalan di Kawasan heritage kota ini. Jalan Asia Afrika. Ya dikawasan yang menjadi saksi bisu perjalanan sidang konferensi KAA tahun 1955 ini anda bisa bernostalgia serasa berada dizaman baheula (dahulu) karena bangunannya rata-rata masih asli. Jalan-jalan di kawasan ini memang lebih baik kalau lagi akhir pekan atau di hari-hari libur, karena di hari-hari tersebut banyak wisatawan baik domestik maupun asing lalu lalang asyik berselfie ria dengan background bangunan bergaya Belanda ini. Selain berselfie kalo lagi mujur bisa jadi jodoh juga juga akan anda temui disini … hehehehehe.

Hembusan angin sepoi-sepoi dan lalu lalang kendaraan, serta hiruk pikuk manusia turut menemani setiap jejak langkah kaki kita manakala kita berjalan di kawasan bersejarah ini. Kita bisa dipukau oleh indahnya kawasan yang beberapa waktu yang lalu dipermak untuk menyambut sidang KAA 2015 ini. Selain jalannya yang bagus dan trotoar yang luas, kawasan ini dijaga Satpol PP Kota Bandung 24 jam, jadi bisa dikatakan amanlah dari yang namanya pengamen liar dan jukir nakal. Segala gerak-gerik kita diawasi oleh kamera CCTV, bukan untuk mata-mata sih tapi untuk melindungi fasilitas umum yang tersedia disini.
Selama berada dikawasan pusat kota ini, memoriku merekam beberapa tempat penting, antara lain :
Gedung Merdeka
Gedung Merdeka adalah gedung yang pernah dipakai konferensi negara-negara Asia-Afrika yang menghasilkan piagam dasasila bandung, konferensi inilah yang menjadikan cikal bakal berdirinya gerakan non-blok yang diprakarsai oleh beberapa negara Asia Afrika dengan tokoh sentralnya Ir. Soekarno. Gedung ini dipakai karena pada waktu itu merupakan gedung yang paling megah pada masanya. Gedung ini juga dilengkapi museum yang melingkari bangunan utama, museum ini menampilkan replica konferensi tahun 1955 itu.
Jl. Dr. Ir. Soekarno
Mungkin belum begitu banyak warga yang mengenal jalan ini. Lantaran warga mengenalnya jalan ini awalnya jalan Cikapundung Timur. Tepat tanggal 10 November 2015 Walikota Ridwan Kamil didampingi Guruh Soekarnoputra dan menteri kontroversial Rizal ramli meresmikan jalan ini menjadi Jl. Dr. Ir. Soekarno. Jalan yang terbentuk oleh susunan batu granit tersebut setiap akhir pekan selalu ramai, selalu ada even tertentu yang digelar di jalan yang kurang lebih panjangnya 200 meter ini. Tepat diujung jalan ini kita bisa melihat monumen Dasasila Bandung dan sebelahnya juga terdapat sungai Cikapundung yang dihiasi berbagai macam lampu hias, yang bisa membuat malammu semakin romantis.
Hotel Savoy Homann
Hotel Savoy Homann yang tergolong hotel bintang empat ini awalnya bernama hotel Homman, pemilik asal hotel ini adalah keluarga Homann. Mereka berasal dari Jerman yang pindah ke Bandung pada 1870. Hotel yang berada dijalan Asia Afrika ini dioperasikan oleh jaringan hotel Bidakara. Hotel ini menjadi saksi biksu, penyelenggaraan KAA tahun 1955. Beberapa pemimpin dunia pernah singgah di hotel ini, setiap memperingati KAA para pemimpin dunia memulai jalan kaki dari hotel ini menuju gedung merdeka. 

Tugu ”Bandoeng 0 Km”
Bangunan monumen ini tergolong baru, diresmikan tahun 2004 oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Monumen ini berdiri tepat di pelataran Dinas PU Jawa Barat. Selain tugu terdapat juga monumen mesin penggilingan (stoomwals) kuno disertai sebuah batu prasasti bertuliskan sejarah yang menaungi keberadaannya. Tugu dan monument mesin stoomwals ini didedikasikan bagi rakyat Priangan yang menjadi korban kerja paksa saat membangun Jalan Raya Pos. Keberadaan tugu ini persis disamping hotel savoy homman.

Sumur Bandung
Sumur ini diyakini mempunyai hubungan sejarah dengan berdirinya Kota Bandung. Kala itu, bupati Raden Adipati Wiranata Kusumah II dan pengiringnya menyusuri kali Cikapundung mencari tempat yang pantas untuk mendirikan pusat pemerintahan. Bupati yang memiliki kesaktian tersebut menancapkan tongkat, ketika tongkat ditarik keluarlah air dari bekas tongkat tersebut. Akhirnya tempat tersebut dibuatlah  sumur yang keberadaan sampai sekarang masih dilestarikan. Lokasi sumur sendiri berada di gedung PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Barat di lantai dasar Gedung PLN. 

Penjara Bantjeuy
Penjara bantjeuy ini tempatnya diantara pertokoan padat kota Bandung atau sebelah utara Alun-Alun Bandung. Penjara ini direvitalisasi pada masa kepemimpinan Walikota Ridwan Kamil. Wujud bangunan ini sendiri, hanyalah satu sel yang dikelilingi pagar yang tinggi, sebenarnya dahulu banyak sel yang ada disini tetapi penjara dipindah, jadi hanya ditinggalkan satu sel khusus yang pernah ditempati sang proklamator. Di depan bangunan terdapat patung Bung Karno yang sedang duduk.

Alun-Alun Bandung
Mungkin inilah alun-alun satu-satunya yang ada di Indonesia yang beralaskan rumput sintetis. Alun-alun ini setiap hari selalu ramai, karena disamping gratis tempat berkumpulnya warga ini juga dijaga SatPol PP Kota Bandung 24 jam. Alun-alun ini megah bukan mengandalkan APBD dalam pembangunannya seperti dalam cuitan sipengacara kontroversial @farhatabas itu, tetapi menggunakan dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Bandung. Fasilitas lain yang ada, taman bermain, bangku-bangku yang unik, halte yang superpanjang dilengkapi ayunan, parkir bawah tanah serta berbagai macam lapak makanan yang berlokasi di bawah taman alun-alun. Alun-alun ini sangat bersih, hamparan hijau rumput sintetis ini selalu dibersihkan setiap hari oleh karena itu setiap pengunjung dilarang memakai alas kaki dan dihimbau untuk mematuhi peraturan yang tertera disudut-sudut alun-alun.

Jalan Braga
Pada mulanya jalan ini adalah sebuah jalan kecil, jalannya cukup sunyi sehingga dinamakan jalan Culik, jalan ini sangat rawan dan sering terjadi tindak kejahatan. Jalan Braga Bandung beranjak menjadi kawasan yang diperhitungkan ketika para ushawan berkebangsaan Belanda mendirikan toko-toko, bar dan tempat hiburan yang lainnya. Dan semakin tahun jalan ini semakin ramai karena toko-toko yang telah berdiri tersebut semakin menggeliat dalam menggerakkan roda perekonomian. Anda juga bisa menemui toko-toko yang menjajakan lukisan, restoran2 yang selalu dipadati oleh para wisatawan dari dalam dan luar negeri. Di ujung jalan yang terbuat dari granit ini anda juga bisa melihat tugu tulisan Braga yang cukup besar. 
Masjid Raya Jawa Barat
Masjid ini berada satu lokasi dengan Alun-alun Kota Bandung. Masjid yang sangat luas dan mempunyai 3 kubah dengan 2 menara yang menjulang didepannya itu setiap hari selalu penuh oleh umat muslim yang melaksanakan sholat. Pada tahun 2015 para pemimpin dunia muslim yang sedang mengikuti konferensi Asia Afrika melaksanakan sholat jumat disini dengan khotib Bapak Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat dengan memakai 3 bahasa sekaligus.

Mungkin inilah alasan seorang fenomenolog berkebangsaan Belanda yang sebagian besar masa hidupnya dihabiskan di Indonesia Martinus Antonius Weselinus Brouwer pernah mempunyai ungkapan bahwa Bumi Pasundan Lahir Ketika Tuhan Sedang Tersenyum, selain bangunan yang monumental ditambah udaranya yang sejuk masyarakat Bandung ternyata juga ramah-ramah. 
Itulah sekelumit ceritaku dari pusat kota kembang ini, sebagai pengunjung yang baik, jadilah pengunjung yang budiman, jangan buang sampah sembarangan, jangan vandalisme, jangan merusak fasilitas umum yang tersedia. (maswid)

Kategori: Travelling

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *