Nurkozin nama lengkapnya. Singkat padat dan jelas. Rumahnya desa sugiharjo masih satu desa sama saya. Pemuda yang baru setahun melepas masa lajang ini adalah pegawai di PLTU Tuban, yaitu pembangkit tenaga uap untuk memasok listrik jawa bali.
Bagiku nur ini adalah pemuda yang sangat  luar biasa. Nur yang selepas lulus dari SD melanjutkan ke SMP 4 Siang (sekolah bebas biaya), sekolah ini sesuai namanya sekolah siang, jadi proses pembelajaran dilakukan pada siang hari. Dipagi hari pemuda tinggi tegap ini, bekerja sebagai tukang parkir di pasar desa ia tinggal. Mereka lakukan tanpa adanya rasa malu meskipun setiap hari selalu ketemu dengan teman sebayanya. Bagi Nur selama pekerjaan itu halal ia akan melakukan dengan penuh tanggung jawab. Cemoohan dari kanan kiri itu pasti tetapi seorang Nurkhozin dapat melalui itu semua.
Setelah tiga tahun berada di bangku SMP akhirnya lulus dengan nilai yang sangat membanggakan. Lulus dari bangku sekolah Nurkozin mempunyai cita-cita untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka dipilihlah sekolah kejuruan dan mengambil jurusan listrik industri. Kebetulan sekolahnya juga berangkat siang jadi pagi hari dimanfaatkan untuk bekerja. Maka Nurkhozin melanjutkan profesinya kala di smp yaitu sebagai juru parkir, tetapi kali ini jadi tukang parkirnya tidak di pasar desa lagi melainkan di sebuah klinik dokter anak yang lokasinya ada di kota Tuban. Karena berada di kota maka harus mendaftar dahulu sebagai juru parkir di dinas perhubungan jadi bisa dikatakan tukang parkir resmi. Bukan kayak sekarang banyak tukang parkir liar yang suka menutup harga asli dengan nopol kendaraan dan menarik uang parkir jauh diatas harga resmi…
Tiga tahun sudah nur menempa ilmu di sekolah kejuruan dan nur bisa membuktikan walaupun sekolah sambil kerja, nilai-nilai sekolah nur sangat membanggakan. Pasca lulus dari smk, nur mengikuti tes masuk pegawai PLTU Tuban dan akhirnya dari beberapa rentetan tes nur bisa melalui dengan baik. Maka diterimalah sebagai pegawai pltu, awal bekerja nur ditraining ke beberapa pltu dan karena memang jiwanya pantang menyerah nur dapat bertahan dan akhirnya sekarang sudah jadi pegawai tetap di pltu tuban.

Beberapa waktu yang lalu saya menyempatkan kopdaran dengan nur, lewat konukasi wa kita sepakati untuk tempatnya adalah CSH Mustika Café. Tempat ini kita pilih karena waktunya masih pagi sedangkan café-café yang lain masih belum pada buka. Segelas minuman jahe dan burger aku pesan sebagai pelengkap diskusi, diskusi Ngalor ngidul kita bicarakan, tidak ada yang ditutup tutupi semuanya dibicarakan. Nur bercerita mengenai mudanya, asmara semasa lajang, kariernya dan semuanya. Nur juga bercerita tentang pahit getirnya merintis usaha disela kesibukannya sebagai pegawai pltu, nur bersama teman satu profesi sanggup membangun koperasi karyawan pltu dari nol, halangan dan rintangan dari para pesaing sangatlah banyak tapi semuanya dilalui dengan baik. Saat ini nur juga berencana mengembangkan usaha dibidang pertanian tapi masih dalam tahap penjajakan. Ohya selain bekerja dan merintis usaha nurkozin ternyata juga melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi di tuban dengan mengambil konsentrasi teknik industri tidak hanya jadi mahasiswa ternyata nur juga aktif di kegiatan kemahasiswaan.

Ceritaku ini real saya lihat sendiri, disaat anak-anak yang masih usia sekolah pada kelayapan gak jelas, pemuda ini banting tulang untuk membayar sekolah. Disaat anak-anak  pada berlomba-lomba bagus-bagusan motor untuk dipamerkan, nurkozin dengan bangga mengendarai sepeda onthelnya dengan pd. Tetapi apa yang bisa kita lihat sekarang, banyak teman2 nurkozin yang dimasa sekolahnya itu yang bisanya minta sama ortu sampai sekarang hobinya masih sama, minta ortu. Sedangkan nurkozin sudah bisa membeli sebuah mobil civic dan kebetulan juga sekarang nurkozin jadi salah satu pengurus club honda civic di tuban. Selamat mas nur anda jadi orang yang sukses berkat kerja keras, tetep rendah hati dan jangan lupa suka menolong kepada yang membutuhkan. Dan jiwa relawannya jangan sampai hilang ya …

Penggalian informasi ditemani jahe lowo 🙂
Kategori: Feature

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *