Area Pandang Gunung kelud

Berwisata di Gunung Kelud kala itu sungguh suatu hal yang sangat mengasyikkan, selain terdapat fasilitas yang lumayan lengkap, pemandangan indah khas pegunungan Kelud udaranya sangat sejuk. Tempat wisata yang juga dilengkapi dengan wahana permainan ATR dan flying fox ini sebenarnya bisa diakses melalui dua jalur yaitu dari Kediri dan Blitar, tetapi walaupun dapat diakses dari Blitar nanti pada akhirnya juga akan melewati daerah Kediri. Tetapi cerita itu berkebalikan kondisinya manakala gunung yang masih diperebutkan antara Kabupaten Kediri dan Blitar tersebut terjadi erupsi yang sangat dahsyat pada tanggal 14 Februari 2014. Fasilitas yang ada hancur tidak tersisa, muntahan material vulkanik membanjiri daerah sekitar gunung, seperti Kediri, Blitar, Malang bahkan debu vulkanik itu membuat lumpuh bandara Djuanda Surabaya. Hampir seluruh daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian timur kebagian debu yang dibawa angin. Berbagai media cetak maupun elektronik dari dalam dan luar negeri memberitakan meletusnya gunung yang berketinggian 1731 MDPL ini.

Disini aku akan bercerita tentang pengalamanku tepat dua minggu sebelum gunung ini meletus atau belum ada tanda-tanda akan terjadinya erupsi. Pagi yang dingin itu aku bersama rombongan dari Tuban berhasil menembus dinginnya udara gunung kelud. Dengan membayar tiket masuk per pengunjung 10.000 aku bersama rombongan bisa masuk melewati gerbang masuk utama gunung kelud, sebenarnya untuk hari-hari biasa bayarnya hanya 5.000, hanya untuk akhir pekan atau hari libur saja bayarnya dua kali lipatnya, kebetulan waktu aku berkunjung adalah hari minggu. Dari gerbang masuk utama kita harus melanjutkan perjalanan yang lebih ekstrim lagi, kita dihadapkan pada jalanan yang semakin menanjak dan berkelok- kelok dan ada pula yang jalannya sempit.

Perjalanan pendakianpun dimulai, setelah dari lokasi parkir kita harus berjalan kaki menuju ke arah anak gunung kelud. Sebelum pendakian atau lebih tepatnya lagi menaiki anak tangga anak gunung kelud, kita akan melewati sebuah terowongan yang panjangnya kurang lebih 100 meter. Di dalam terowongan yang dibangun pada masa pemerintah kolonial belanda ini juga sudah dilengkapi lampu agar para wisatawan bisa dengan leluasa berjalan kaki. Terowongan ini dibangun untuk mengalirkan lahar panas dikala gunung kelud lagi erupsi.etelah keluar dari terowongan kita akan menjumpai penunjuk arah yang akan mengantarkan para pengunjung menuju kawah/kubah lava dan gardu pandang. Untuk bisa mencapai gardu pandang kita membutuhkan stamina yang prima, karena jalan yang kita lalui sangat menanjak dan harus menapaki ribuan anak tangga. Tetapi sesampai diatas kita akan disuguhi panorama yang luar biasa indah. Kita bisa melihat kubah lava anak gunung kelud yang terbentuk sejak erupsi tahun 2007. Dikala malam kubah lava anak gunung kelud ini juga disinari lampu-lampu yang mengelilinginya.

Air Panas Gunung Kelud

Setelah para pengunjung puas menikmati pemandangan kubah lava gunung kelud dari atas gardu pandang sempatkanlah juga untuk merasakan sumber air panas yang terletak dibawah gunung kelud. Lokasinya berada di sebelah kanan sebelum kita memasuki terowongan menuju gunung kelud. Yang perlu anda siapkan disini adalah fisik yang harus prima karena untuk menuju sumber air panas gunung kelud anda harus menuruni tanggga yang lumayan menguras tenaga. Bagi yang tidak mau susah-susah menuruni anak tangga yang berjumlah ribuan itu, disini juga terdapat ojek yang khusus melayani pengunjung yang ingin berendam di air panas kelud. Air panas yang bersumber dari kawah gunung kelud ini setiap hari selalu dipenuhi pengunjung, karena diyakini dapat menghilangkan segala macam penyakit kulit bahkan ada sebagian orang yang percaya kalau berendam disini kita akan awet muda. Katanya sih …..

Mysterious Road Gunung Kelud

Mungkin inilah jalan unik dan paling misterius satu-satunya yang ada di Indonesia. Di jalan utama yang menghubungkan wisata gunung kelud inilah kita dapat menjumpai Mysterious Road. Jalan dinamakan demikian dikarenakan ruas jalan yang kurang lebih berjarak 100 meter itu walaupun dalam keadaan menanjak namun jika kendaraan yang kita tumpangi di hentikan dan berada pada posisi netral kendaraan ini malah akan berjalan naik. Mau bukti??? Berangkat ke kelud lah J …. Pengunjung yang akan mencoba sensasi jalan ini juga tidak akan susah mencarinya, dikarenakan dilokasi ini sudah dibangun penanda tentang keberadaan mysterious road.

Itulah sekelumit ceritaku dari wisata gunung kelud Kediri Jawa Timur dua minggu sebelum terjadinya erupsi tahun 2014, semoga kedepannya andaikata terjadi erupsi lagi warga sekitar sudah siap untuk menanggulanginya. Terima kasih dan salam lestari. (why)

Terwowongan menuju kawah gunung kelud

Kamera pandang Gunung Kelud

Kategori: Travelling

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *