Hari itu Minggu (5/7/2015) jam 5 pagi aku sudah sampai di Stasiun Tawang Semarang. Di pagi yang masih dingin udaranya itu saya sempat bingung antara perjalanan lanjut pulang ataupun berwisata dulu di kota Semarang, akhirnya setelah semalaman berada di kereta Harina dari Bandung menuju Semarang aku putuskan untuk menyempatkan jalan-jalan di kawasan heritage kota ini. Kota Lama Semarang. Ya, di kawasan yang dijuluki little Neterland ini aku memulai melakukan perjalanan wisata, menikmati indahnya arsitektur bangunan Belanda di jawa pada masa lampau. Sepanjang mata memandang, aku disuguhi dengan pemandangan bangunan-bangunan klasik hasil dari peninggalan kolonial Belanda ini.

Waduk di Kota Lama Kota Semarang

Di kawasan kota lama ini aku berjalan menyusuri sebuah kolam yang keberadaan tak jauh dari Stasiun Tawang. Kolam ini berfungsi sebagai penampung sementara air banjir yang selanjutnya akan dibuang dilaut, area ini keberadaan seperti kurang diperhatikan, selain bau yang kurang sedap diberbagai sudut kolam, keadaan airnya juga begitu kotor karena banyak ditemui sampah. Sebenarnya juga eman sih, kalo punya asset seperti ini tetapi disia-siakan ….

Salah satu bangunan yang paling unik yang kutemui adalah Gereja Nederlandsch Indische Kerk, atau warga semarang menyebutnya dengan gereja blenduk, dinamakan blenduk dikarenakan atap gereja berbentuk seperti kubah atau dalam bahasa jawa disebut blenduk. Gereja ini masih digunakan sebagai tempat ibadah warga nasrani hingga saat ini dan kebetulan saat aku lewat gereja ini juga lagi digunakan beribadah karena bertepatan dengan hari minggu. Gereja yang sudah berumur dua setengah abad ini juga merupakan landmark kota Semarang.

Miniatur Kereta di Komplek lawang sewu semarang

Selain bangunan gereja yang memang sudah sangat terkenal di semarang itu, di kawasan kota lama ini kita juga dapat menjumpai bangunan-bangunan kuno seperti, gedung kuno yang dipakai kantor Jiwasraya, gedung Marabunta yang mempunyai mahkota semut diatapnya, jembatan berok, gedung kuno yang dipakai restoran Ikan Bakar Cianjur. Di Kota yang dulunya beribukota di Sri Gunting ini, kita juga bisa melihat Pabrik Rokok cap Praoe Lajar, Gedung Marba, Kantor Pos Pusat, Samudera Indonesia, Djakarta Lloyd dan juga Titik Nol KM Semarang juga berada di kawasan ini.

Setelah hampir setengah hari aku berjalan menyusuri kawasan kota lama, kini saatnya cari destinasi wisata lainnya. Dan ingatanku tertuju pada tempat wisata yang berada di Tugu Muda Kota Semmarang. Lawang Sewu. Ya, di tempat wisata yang katanya sangat angker ini aku melanjutkan perjalanan wisata di Semarang. Gedung yang terdiri dari tiga lantai yang bergaya art deco ini sesuai infografis yang aku baca didinding bangunan adalah hasil karya arsitek Belanda bernama Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Kenapa disebut lawang sewu? Orang jawa kalau menyebutkan benda yang berjumlah banyak rata-rata dengan sebutan sewu (seribu) tak ubahnya seperti bangunan ini, walau kenyataannya pintu yang ada digedung hanya berjumlah sekitar 600_an tetap dinamai lawang sewu (seribu pintu). Bangunan ini memiliki jendela yang sangat tinggi dan lebar, sehingga jendela-jendela yang demikian itu dianggap oleh warga sekitar sebagai pintu.

Lawang sewu semarang

Lawang sewu kala aku berkunjung adalah hasil pemugaran yang diresmikan pada tanggal 5 Juli 2011 dan diresmikan oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. Berbagai pernak-pernik terkait perjalanan kereta api Indonesia mulai zaman hindia belanda ditampilkan disini. Di tempat wisata dengan segala macam cerita mistisnya inilah, kita bisa berwisata sembari belajar tentang sejarah perjalanan bangsa Indonesia utamanya perkeretaapian. Di halaman tengah bangunan ini juga sering ditampilkan pagelaran musik oleh band lokal.

Bagaimana anda tertarik dengan tempat wisata ini??? Siapkan uang masuk 10.000 bagi anda yang udah merasa dewasa dan bagi yang merasa masih anak-anak atau pelajar cukup dengan 5.000 untuk sekali masuk. Selamat berlibur ya …. Semoga liburanmu menyenangkan …

Kategori: Travelling

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *