Selalu penasaran akan tempat-tempat baru. Utamanya di daerah jawa barat yang memang untuk sementara waktu ini aku tinggali. Kali ini saya akan cerita terkait perjalananku ke sebuah kota yang dikenal sebagai kota mangga, Indramayu.Kota Indramayu berbatasan langsung dengan laut jawa. Kota yang notabene masih di tatar sunda, tetapi sebagian besar masyarakatnya menggunakan bahasa jawa. Jadi saya yang memang dari sononya udah medog gak ketulungan dalam berucap tidak sungkan-sungkanlah untuk berbicara dengan orang Indramayu. Nduwe konco medog senenglah …..Hari itu ada acara festival sail tjimanoek, sebuah acara yang digelar oleh pemerintah kabupaten bekerjasama dengan para budayawan dalam rangka memperingati hari jadi kota indramayu. Jalan menuju indramayu memang sangat lengang, gak kayak di bandung yang disana sini macet. Di dalam perjalanan ini kita berpapasan dengan kesenian tradisional masyarakat indramayu, singa depok. Kesenian ini adalah sebuah tarian yang dimainkan oleh serombongan orang yang terbagi empat-berempat, memikul tunggangan berupa patung singa. Iringannya lagu dangdut yang dibawakan oleh sekelompok orang yang bermain langsung disebuh gerobak sound system yang ditarik oleh orang yang berjoget didepannya. Wah dapat hiburan gratis …..

Karena lokasi gelaran acara juga belum tau sesekali mantengin layar smartphone melihat aplikasi google maps untuk menuju lokasi acara. Setelah muter muter di kota akhirnya tiba di lokasi acara, daaaan acara belum mulai. Karena acara juga belum dimulai, maka kini saatnya hunting tempat-tempat wisata di indramayu. Sebenarnya sih gak tau ada tempat wisata apa aja di sini, wes akhirnya sambil googling ketemulah tempat wisata pantai. Pantai karangsong. Ya pantai wisata ini terkenal sebagai habitatnya biawak. Kita bisa menyewa perahu masyarakat disana untuk menyusuri pantai. Selain sebagai habitat biawak, wisata ini sebagai area konservasi hutan mangrove. Sebelum memasuki wisata pantai karangsong dikanan kiri jalan menuju lokasi dapat menjumpai sentra pembuatan perahu nelayan. Perahu yang besar-besar itu dibuat oleh masyarakat pesisir indramayu secara tradisional. Acara jalan-jalan ternyata harus disudahi karena waktu sudah mulai gelap dan adzan maghrib sudah memanggil. Sebelum acara kami mampir ke masjid agung kota indramayu, yang memang jaraknya dekat lokasi gelaran acara untuk mandi dan sholat maghrib berjamaah. 

Acarapun dimulai, bertempat di dewan kesenian indramayu. Festival sail tjimanoek digelar. Acara diisi dengan kesenian-kesenian indramayu, tari, musik dan yang tidak ketinggalan adalah pembacaan puisi yang bertemakan kebesaran sungai tjimanuk. Acara pun usai, waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, maka waktunya untuk istirahat. Para peserta yang hadir memang disediakan tempat untuk menginap di rumah bapak supali. Bapak supali sendiri sebagai ketua LBSD yaitu sebuah lembaga yang berinisiatif menggelar acara festival ini.

Setelah semalam ditampung dirumah bapak supali para rombongan berpamitan satu-satu untuk pulang ke daerah masing-masing. Tetapi sebelum pulang kami para rombongan dari beberapa daerah sudah dipersiapkan makan pagi dan begitu pulang juga masih dikasih oleh-oleh khas indramayu. Mangga Indramayu. Petik sendiri lagi. Wah matur suwun pak ….Mumpung hari masih pagi, minggu lagi jadi aku manfaatkan sekalian untuk jalan-jalan ke indramayu. Destinasi wisata selanjutnya yang saya bidik yaitu taman tjimanoek. Taman tjimanoek adalah sebuah wisata yang berada dipinggir sungai cimanuk. Tamannya asri, sungainya bersih, ada banyak lampion yang akan indah kalau dilihat pada malam hari. Taman ini banyak dikunjungi masyarakat sekitar untuk sekedar melepas penat dan bercengkrama. Tepat diseberang taman ini kita juga bisa menjumpai tugu 0 km indramayu. (maswid)

Kategori: Travelling

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *