Mau cari makanan yang pedas? Datang saja ke Tuban, di kota yang terkenal akan ketokohan ronggolawe ini kita akan menemukan beragam makanan dengan cita rasa pedas. Salah satu makanan yang diolah dengan rasa pedas adalah becek mentog. Meskipun cabe mahal, orang tuban makan harus pedas :)Becek mentog adalah makanan yang hampir mirip kari, yang membedakan antara kari dan becek cuman kuahnya. Kuah becek lebih kental dan bumbunya banyak serta bumbunya pasti jangkep (bumbu komplit). Mentog sendiri adalah sejenis unggas yang mirip itik atau bebek. Bedanya antara daging mentog dan itik/bebek, kalau mentog lebih tebal dan empuk sementara daging bebek akan terasa lebih berserat dan alot ketika kita makan, meskipun demikian dipasaran kita lebih gampang menjumpai daging bebek daripada daging mentog. La mbuh kenopo kok iso ngunu :)Oke basa basinya sudah ya, langsung saja saya cerita terkait warung yang menyediakan becek mentog. Becek mentog mbah sundari, dinamakan demikian karena yang punya warung namanya sundari. Lokasi becek mentog mbah sundari ini bagi para pendatang atau orang dari jauh pasti agak sedikit membingungkan, alih-alih kita akan menjumpai plang nama disini, sudah sampai dilokasi sekalipun kita tidak akan menemukan tanda-tanda bahwa ini adalah warung makan. Hal ini dikarenakan warung makan berupa rumah tinggal pribadi mbah sundari dan tempat masakpun juga dapur pribadi mbah sundari. Tempat mungkin sangat tidak recomended tetapi mengenai rasa, becek mentog olahan mbah sundari sangat recommended-lah. Promosi-promosi biar dapat gratisan :)Berada di desa sugiharjo atau lebih tepatnya pasar grudo Sugiharjo masuk keselatan ada gang yang nggupat nggupit (berbelok-belok) warung becek mentog ini berada. Warung ini buka pas jam makan siang (jam 11.00-13.00) saja. Dibantu dengan seorang anaknya dalam sehari mbah sundari bisa menghabiskan rata-rata 7 ekor mentog. Untuk daging mentog mbah sundari sudah berlangganan dengan peternak mentog setempat. Sedangkan untuk bumbu-bumbu diracik oleh mbah sundari sendiri jadi cita rasa tetap terjaga.

Becek mentog disajikan dalam keadaan panas dan ditaruh di tuwung (mangkok kecil) dengan taburan bawang goreng serta daun bawang diatasnya membuat makanan ini sangat menggoyang lidah. Harganya sendiri sangat terjangkau, satu porsi becek mentog dihargai 10.000 rupiah, selain becek mentog ada juga mentog goreng bumbu pedas seharga 25.000 untuk satu porsinya dan yang terakhir jeroan mentog pedas seharga 20.000 rupiah per porsi. Sedangkan untuk nasinya ada dua pilihan nasi putih dan nasi jagung, 3 ribu rupiah per porsi untuk nasi putih dan 1.000 rupiah untuk sebungkus nasi jagung yang dibungkus dengan daun pisang.

Warung ini tidak ujug-ujug ramai, awalnya mbah sundari memulai bisnis ini tidak dirumah melainkan keliling kampung dengan menaiki sepeda onthel, karena becek mentog mbah sundari rasanya yang enak pelanggan pun mulai banyak. Setelah dirasa pelanggan mulai banyak, mbah sundari memutuskan untuk jualan di rumah sendiri, meskipun jualan dirumah yang tempatnya sangat masuk ke dalam, becek mentog mbah sundari tetap diburu banyak orang karena rasanya yang menggugah selera tersebut. Memang benar orang itu tidak memburu tempat tetapi memburu rasa :)Mungkin cukup sekian ceritaku terkait becek mentog yang lokasi warungnya masih berada satu desa dengan rumahku ini, ohya jika anda lagi berada di tuban bisa mencobanya. Enak ceritakan ke orang lain, kurang enak kasih tahu langsung mbah sundari. Salam


maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *