Blitar merupakan salah satu daerah penghasil kakao terbesar di Jawa Timur. Di kota bersemayamnya Putera Sang Fajar Bung Karno ini, kita dengan mudah menemukan kebun kakao yang dibudidayakan oleh petani. Kakao sendiri merupakan tanaman yang diambil bijinya untuk diolah menjadi biji coklat. Untuk lebih mengenalkan kakao ini ke masyarakat luas sekaligus untuk tempat rekreasi, berada di Jalan Bantengblorok Kecamatan Kademangan Blitar berdiri wisata edukatif KAMPUNG COKLAT.

Dengan harga tiket masuk sebesar 10 ribu, kita bisa berwisata sekaligus belajar tentang buah kakao, mulai dari pembibitan pohon kakao sampai dengan melihat proses pengolahan biji kakao hingga menjadi coklat yang lezat serta mengetahui sejarah perkembangan budidaya kakao di Indonesia. Selain belajar tentang coklat, seperti wisata pada umumnya di tempat ini sudah tersedia berbagai macam wahana wisata, antara lain permainan anak, terapi ikan, mushola berarsitektur jawa dengan dikelilingi kolam ikan, panggung hiburan, area foodcourt dan kios-kios yang menjual macam makanan yang berbahan dasar coklat dan berbagai macam cinderamata lainnya untuk oleh-oleh.

Wisata yang terhampar seluas 5 hektar ini dibangun serba warna coklat, warna bangunan coklat, tempat selfi dominan coklat, kursi tempat duduk dan lesehan semua didesain diantara rimbunnya pohon kakao. Pengunjung juga akan terus menghirup aroma coklat selama berwisata, karena adanya proses pengolahan biji coklat. Pohon kakao yang ditanam, mulai dari yang bibit sampai yang sudah berbuah lengkap disini. Kakao yang mungil yang bergelantungan ini tidak boleh dipetik oleh wisatawan hanya boleh dipakai selfi. Lagian kakao dipetik mau dipakai apa …. 🙂

Sekian ceritaku dari Kampung Coklat Blitar, terus jaya pariwisata di Indonesia.

Kategori: Travelling

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *