Majapahit merupakan kerajaan hindu budha terakhir yang ada di nusantara, sebuah negara besar dalam perjalanan panjang sejarah Indonesia. Kerajaan yang menjadi cikal bakal berdirinya negara Indonesia ini beribukota di Trowulan, Mojokerto Jawa Timur. Di kota yang menjadi cagar budaya nasional ini kita bisa melihat berbagai jenis situs bangunan Majapahit.

Guna mendukung keberadaan situs bangunan tersebut dan menumbuhkan spirit Majapahit, Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto pada tahun 2014 membangun duplikat rumah Kawula Majapahit disekitaran situs majapahit. Rumah warga yang dipugar dengan suasana kerajaan ini menyebar di 3 desa, Bejijong, Jatipasar dan Sentonorejo Kecamatan Trowulan.

Ciri khas rumah majapahitan, beratap joglo limasan dengan genteng wuwung melengkung, jendela berbentuk kupu tarung, berpondasi tinggi, berdinding batu bata merah, berhias ornamen khas keraton lencana surya majapahit. Rumah ini didesain persis menyerupai tempat tinggal penduduk kerajaan Majapahit, desainya sendiri merupakan hasil dari penelitian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, yang didasarkan pada penemuan artefak, relief pada candi dan Kitab Negarakertagama.

Rumah baru bergaya masa lampau ini, selain untuk spot foto juga bisa disewa oleh para penikmat wisata sejarah dengan harga yang bervariasi. Tidak semua rumah bisa disewa, hanya rumah yang terdapat tulisan home stay saja. Supriadi, pengelola wisata yang bertugas memberikan informasi kepada wisatawan mengatakan, wisata ini telah dikunjungi dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. Kebesaran nama majapahit menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Trowulan. “Wisata kampung majapahit ini sebelum masa pandemi dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Biasanya para wisatawan datang secara rombongan, utamanya yang datang dari Jakarta, Bogor, Depok, dan wilayah Jawa lainnya.” Ujarnya sembari menunjuk foto para wisatawan yang terpajang pada dinding pusat informasi.

Lebih lanjut, pengelola wisata berambut panjang ini mengatakan, sejak musim pandemi covid-19 berbagai wisata candi dan sejenisnya ditutup oleh Pemkab Mojokerto untuk memutus penyebaran virus yang belum ditemukan vaksinnya ini. “Kami berharap pemerintah daerah segera membuka obyek-obyek wisata ini, karena kalau obyek wisata ini ditutup, otomatis kampung mojopahit juga libur. Wisata tetap harus dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan kesadaran yang tinggi menjaga kesehatan, baik wisatawannya maupun pengelolanya “. Terangnya dengan penuh harap obyek wisata bisa segera dibuka kembali.

Situs peninggalan Majapahit yang bernilai tinggi, diantaranya Makam Siti Inggil, Maha Vihara Majapahit dengan iconnya patung budha tidur, Candi Gentong dan Candi Brahu semuanya berada di Desa Bejijong, sedangkan di desa Jatipasar kita bisa mengunjungi museum majapahit, pendopo agung, candi kedaton, sumur upas dan kolam segaran yang sangat luas, serta di Desa Sentonorejo ada Candi wringinlawang dan melihat para perajin patung Majapahit. (Maswid)


maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *