Tamansari merupakan situs taman atau kebun istana kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Komplek peristirahatan sultan beserta keluarga ini termasuk salah satu bagian dari bangunan keraton, letaknya dekat dengan alun-alun kidul yogyakarta, dibangun pada tahun 1758 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Selain berfungsi sebagai taman, tamansari juga difungsikan sebagai benteng pertahanan sekaligus tempat bermeditasi sultan.

Karena sedang adanya wabah pandemi covid-19, untuk memasuki wisata ini selain harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat, para pengunjung wajib dipandu oleh tour guide. Aturan lain yang berlaku selama pandemi, wisatawan yang memasuki tamansari harus berkelompok dengan jumlah anggota kelompok maksimal sepuluh orang, dengan tiket per individu sebesar 35 ribu rupiah.

Memasuki kawasan wisata, kita akan disambut gapura megah yang dikenal dengan nama gapura panggung, dibalik gapura indah yang berhiaskan sepasang naga ini terdapat area terbuka hijau yang ditanami berbagai macam tanaman istana. Salah satu tanaman yang banyak kita jumpai adalah buah kepel, buah kegemaran putri sultan ini mirip seperti buah sawo kecik, berwarna coklat tua dan berbentuk lonjong. Taman ini juga dipenuhi pot-pot besar yang salah satunya ditanam pohon pacar kuku, fungsi tanaman ini untuk memberikan warna dan menghaluskan kuku putri sultan. Taman yang rindang ini juga dilengkapi empat bangunan yang ukurannya sama, dikenal dengan nama gedong sekawan. Sesuai info yang disampaikan pemandu wisata, bangunan berbentuk segi delapan ini berfungsi sebagai tempat istirahat Sultan dan keluarganya sembari menikmati hiburan gamelan istana.

Setelah melewati taman dengan menuruni anak tangga, pengunjung akan bertemu tiga buah kolam yang dikenal dengan sebutan pasiraman umbul binangun. Setiap kolam memiliki nama serta fungsi yang berbeda, umbul pamuncar yang berfungsi untuk para selir sultan, umbul kawitan untuk para putri sultan dan umbul panguras yang letaknya dipisahkan bangunan menara berlantai tiga untuk renang sultan. Menara ini selain untuk istirahat sultan juga berfungsi untuk memantau para putri dan selir yang sedang berenang. Lewat menara ini pula sultan biasanya melemparkan bunga kenanga, bagi yang bisa menangkap maka berkesempatan berenang bareng sultan, bunga yang bagi orang jawa disebut bunga kantil ini banyak kita jumpai diarea kolam. Pemandian ini juga dilengkapi ruang ganti dan tempat pembakaran pohon gaharu untuk aromaterapi. Dulu setiap kolam diisi oleh lima sumber mata air, saat ini tinggal satu sumber mata air saja dan digunakan untuk mengisi semua kolam.

Keluar dari area kolam kita akan disambut gapura yang menjulang tinggi, gapura hageng namanya. Dahulu gapura ini merupakan pintu masuk utama tamansari. Bentuk gapura seperti burung yang sedang mengepakkan sayapnya serta dihiasi ornamen di dindingnya. Bangunan ini menjadi salah satu tempat favorit untuk selfi para pengunjung termasuk untuk foto preweding.

Lokasi selanjutnya yang tidak boleh terlewatkan yaitu masjid bawah tanah. Sebelum memasuki bangunan bawah tanah ini, kita harus berjalan melewati kawasan pemukiman padat penduduk. Kampung cyber namanya. Dinamakan demikian, karena seluruh warganya sudah melek IT, bahkan pendiri facebook Mark Zuckenberg pernah berkunjung ke kampung ini. Selanjutnya untuk bisa memasuki area masjid, harus bergantian dengan pengunjung lainnya dan sesuai kelompoknya serta menunjukkan tiket masuk. Kita harus menuruni anak tangga untuk menuju tempat beribadah sultan ini. Sesuai penuturan pemandu wisata, masjid ini dulunya letaknya berada di bawah danau buatan yang bernama danau segaran. Masjid ini seperti ruang rahasia sultan, dibuat demikian karena fungsi tempat ini selain untuk beribadah, juga sebagai benteng pertahanan sekaligus menyusun tak tik perang. Sultan Yogyakarta, selain sebagai penguasa kesultanan dan pemimpin agama juga seorang panglima perang. Masjid ini terbagi menjadi 2 lantai, lantai atas untuk jamaah laki-laki dan lantai bawah untuk jamaah perempuan. Ditengah bangunan terdapat sebuah sumur yang dikelilingi lima tangga, 1 tangga menuju lantai atas dan 4 tangga menuju lantai bawah, sumur ini dikenal dikenal dengan nama sumur gumuling. Fungsi bangunan ini selain sebagai tempat wudlu juga sebagai perlambang bahwa rukun islam ada lima. (Maswid)

Kategori: Travelling

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *