Kenapa setiap perayaan imlek turun hujan? Tau gak jawabannya. Gak tau ya? Sama!!! Hehehe…. Tapi yang pasti perayaan imlek berada di sekitaran musim penghujan. Ini setidaknya menurutku sendiri sih, tapi kalau mau lebih jelasnya tanya aja BMKG kenapa kok hujan. BMKG juga gak tau??? Hmmmm kebacut ckckckck
Perayaan tahun baru imlek atau dalam bahasa chinanya sin cia sempat dilarang dirayakan secara umum di Indonesia. Pak harto selaku penguasa orde baru kala itu sempat mengeluarkan instruksi presiden nomor 14/1967 terkait pelarangan imlek. Tidak hanya imlek tetapi semua yang berbau tionghoa  dilarang. Kesenian seperti barongsai dan liang liong hanya bisa dilihat di klenteng atau daerah-daerah pecinan saja. Dan mungkin kita juga masih ingat kala itu, keturunan tionghoa diwajibkan memakai nama jawa. Setidaknya hal itu bisa kita ketahui lewat berita dukanya orang china yang dimuat di surat kabar pasti mencantumkan nama jawa. 
Namun kekuasaan pak harto tidak kekal. Pada mei 1998 terjadi demo yang sangat besar yang menghendaki reformasi dan para pendemo berhasil melengserkan penguasa 32 tahun tersebut. Reformasi disegala bidang pun terjadi, setiap presiden memiliki gaya tersendiri dalam memaknai reformasi. Salah satunya presiden Abdur Rahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan gusdur. Gusdur dengan segala kontroversinya mencabut inpres nomor 14/1967. Keputusan gusdur menghapus inpres ini, menuai banyak penolakan dimana-mana, dikawatirkan setelah inpres ini dicabut komunis kembali hidup di Indonesia, tetapi gusdur tetap pada pendiriannya. Bagi gusdur imlek dan kesenian tionghoa seperti barongsai hanya sebagai kebudayaan saja. Maka tidak berlebihan jika gusdur dijuluki sebagai bapak masyarakat tionghoa atau bapak kaum minoritas oleh sebagian besar etnis tionghoa Indonesia. Buat gusdur suratul fatihah…

Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di Tuban. Saya sendiri bisa menyaksikan kemeriahan acara-acara masyarakat tionghoa, entah itu perayaan imlek atau acara-acara besar lainnya. Hal ini dikarenakan, di kota yang dijuluki bumi wali ini berdiri klenteng kwan sing bio. Klenteng sebagai tempat ibadah keturunan tionghoa ini diklaim sebagai yang terbesar dan termegah di asia tenggara. Karena besar dan megah inilah, perayaan-perayaan besar sering diadakan disini, terutama imlek. 
Sebenarnya imlek sendiri itu apa sih? Menurut mas Wikipedia imlek adalah perayaan pergantian tahun yang dirayakan oleh warga tionghoa. Kata Imlek (im = bulan lek = penanggalan) berasal dari dialek hokkian atau Bahasa mandarin-nya Yin Li yang berarti kalender bulan. Tahun baru imlek ditentukan berdasarkan peredaran bulan dan dirayakan dari tanggal 1 hingga tanggal 15 (selama 2 minggu) pada bulan ke-1 dalam kalender china. Perayaan tahun baru kemudian ditutup dengan perayaan Cap Go Meh, persis di hari ke-15, yaitu saat bulan purnama. Menutut informasi dari walubi, perayaan imlek ini dirayakan oleh semua etnis tionghoa termasuk kaum muslim.
Lewat penanggalan china ini pula kita mengenal istilah shio. Lantas shio itu apa sih? Masih menurut mas Wikipedia sio adalah zodiak Tionghoa yang memakai hewan-hewan untuk melambangkan tahun, bulan dan waktu dalam astrologi Tionghoa. Pada dasarnya, hewan-hewan ini diambil melambangkan dua belas cabang bumi yang kemudian digabung bersama lima unsur element  yaitu tanah, air, api, logam, kayu membentuk 1 periode 60 tahun. Hewan yang dipakai simbol antara lain, tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi. Sesuai periodeisasi yang telah dibuat dalam penanggalan china, tahun baru imlek 2017 ini memasuki tahun ayam api. Untuk lebih detailnya bagaimana penghitungannya terkait penanggalan ini, mungkin bisa langsung berangkat ke klenteng kwan sing bio tuban….. ehhh kejauhan ya? Oke kalau gak mau yang jauh datang aja ke laman ini http://www.tionghoa.info/
Selamat Tahun Baru Imlek 2568, Gong Xi Fat Choi ….

Kategori: Feature

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *