Pernahkah anda makan lontong? Tentu orang Indonesia utamanya orang jawa akan menjawab pernah. Makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus daun pisang ini setiap daerah mempunyai bentuk dan nama yang berbeda. Dari berbagai olahan lontong dengan segala macam penyajiannya, saya akan membahas lontong yang berasal dari Rembang Jawa Tengah yang biasa disebut dengan Lontong Tuyuhan. Dinamakan demikian karena lontong ini lahir dan berkembang dari Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Rembang.

Lontong Tuyuhan kini menjadi kuliner andalan kota bersemayamnya pahlawan emansipasi wanita Indonesia Ibu RA. Kartini. Hampir di seluruh daerah rembang kita bisa dengan mudah menjumpai makanan ini. Meski sama-sama dibungkus dengan daun pisang, yang membedakan itu bentuknya, lontong tuyuhan berbentuk segitiga. Hal lain yang yang menjadi pembeda, lontong disajikan bersama olahan daging ayam dengan santan yang sangat pekat, biasanya kita kenal dengan opor ayam. Selain daging ayam, biasanya ada pilihan lain yaitu jeroan (organ) ayam, disertai tempe yang dipotong potong kecil.

Untuk lebih mengenalkan lontong kepada para wisatawan dan juga para penikmat lontong, pemerintah daerah setempat membangun sentra kuliner lontong tuyuhan yang berada di Desa Tuyuhan. Pusat kuliner ini dibangun berupa los memanjang dan semuanya berjualan lontong, tidak ada yang jualan lemper 😀. Tidak usah saya jelaskan rutenya, buka saja google maps di androidmu dengan keyword Kawasan Kuliner Lontong Tuyuhan Pancur, nanti kita akan diarahkan ke lokasinya. Untuk menuju tempatnya, jalannya sudah beraspal mulus, pemandangan sekitarnya berupa hamparan sawah dan pegunungan serta yang pasti udaranya masih bersih.

Seporsi lontong tuyuhan dijual dengan harga rata-rata kisaran 12 ribu rupiah. Untuk minuman, bisa es jeruk, es teh, bisa juga yang hangat kisaran 4 ribuan, pokonya murah meriahlah. Demikian sedikit ceritaku tentang lontong tuyuhan, yang pasti lontong ini sangat enak, dibandingkan semua lontong yang pernah kujumpai di kota manapun. Sekian. Saya maswid salam lemper, eh salam lontong. (Maswid)

Kategori: Kuliner

maswid

simple

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *